Minggu, 02 Oktober 2022

 

10 Worst Tragedy of Football in the World

Malang Kanjuruhan So Worst No. 2 After Peru



Deepest condolences for the tragedy of the unfortunate Kanjuruhan, Editor Faisal

The heartbreaking tragedy of football occurred at the Kanjuruhan Stadium in Malang, in the Arema match against Persebaya on Saturday, October 1, 2022 at 20:00 WIB. Against the backdrop of a disappointed audience for Arema's 3-2 Persebaya defeat after 23 years of never losing at home. The audience also rushed into the stadium until the outnumbered officers were overwhelmed to secure the chaotic period so that the police fired tear gas which instead became a disaster for the audience.

Errors in security procedures were a major factor in this incident, in fact the use of tear gas in stadiums is strictly prohibited by FIFA, but in Indonesia this regulation may not be heeded. The audience was hit by tear gas in the South Tribune causing the atmosphere to become noisy and panicked, trying to save themselves from the inside of the stadium, but unfortunately the exit door was closed because the audience was jostling each other to get out so that many were squeezed together, eyes sore, exhausted. breath, fall and be trampled to kill hundreds of people. The screams and cries of female victims, children, teenagers and parents when they felt the death they heard became a horrific atmosphere by the witness of the survivors who recounted the incident on Twitter.

Until now, there are 448 victims of this heartbreaking tragedy, including; 174 people died and others were injured. Until now there is no party responsible for this heartbreaking incident, it is hoped that the victims will receive good medical care and the victims who died will be given comparable compensation and the bereaved families will be given fortitude, it is hoped that incidents like this will not happen again in the future. Recorded from various sources, here are the 10 worst football tragedies in the world:

1.    Peru, May 24, 1964 in Lima (328 died)

328 people died during riots during the Olympic qualifying match between Argentina vs Peru at the Estadio Nacional, Lima, Peru on May 24, 1964.

 

2.    Indonesia, 01 October 2022 in Kanjuruhan Malang (174 died)

174 people died at Kanjuruhan Stadium, Malang due to riots by Arema fans who did not accept the 2-3 defeat against Persebaya, as well as the negligence of the security forces who used tear gas which resulted in many casualties, 01 October 2022

 

3.    Ghana, 9 May 2001 (126 died)

126 people died at Accra Stadium, Ghana during the Ghana Premier League derby match between Hearts of Oak vs Asante Kotoko.

 

4.    England, 15 April 1989 (96 died)

96 people died at Hillsborough Stadium, Sheffield, England during the FA Cup semifinal match between Liverpool vs Nottingham Forest.

 

5.    Nepal, 12 March 1988 (93 died)

93 people died at Kathamandu Stadium, Nepal during the Tribhuvan Challenge Shield match between Janakpur Cigarette Ltd. vs. Liberation Army (Bangladesh).

 

6.    Guatemala, October 16, 1996 (80 died)

80 people died at the Mateo Flores National Stadium, Guatemala during the World Cup qualifying match between Guatemala vs Costa Rica.

 

7.    Egypt, February 1, 2012 (79 Died)

79 people died at the Port Said Stadium, Egypt during the Egyptian League match between Al Masry vs Al Ahly.

 

8.    Argentina, June 23, 1968 (71 died)

71 people died at the Estadio Monumental, Buenos Aires, Argentina during the match between River Plate vs Boca Juniors

 

9.    Scotland, January 2, 1971 (66 died)

66 people died at the Scond Ibrox Stadium, Glasgow, Scotland during the derby match between Glasgow Celtic vs Glasgow Rangers.

 

10.  Russia, October 20, 1982 (66 died)

66 people died at the Lenin Stadium, Luzhniki, Moscow, Russia during the UeFA Cup match between Spartak Moscow Vs Haarleem (Netherlands).

 

 

 

 

10 Tragedi Terburuk Sepak Bola di Dunia

Kanjuruhan Malang Jadi Terburuk No. 2 Setelah Peru

 

Turut berduka sedalam-dalamnya atas tragedi kanjuruhan malang. Editor, Faisal

Tragedi memilukan sepakbola terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, dalam laga Arema melawan Persebaya pada hari Sabtu, 01 Oktober 2022 pukul 20:00 WIB. Dilatarbelakangi oleh penonton yang kecewa atas kekalahan Arema 3 – 2 Persebaya setelah 23 tahun tak pernah kalah di laga kandang. Para penonton pun merangsek masuk ke dalam stadion hingga aparat yang kalah jumlah kewalahan untuk mengamankan masa yang ricuh sehingga aparat kepolisian menembakkan gas air mata yang malah menjadi malapetaka bagi para penonton.

Kesalahan prosedur pengamanan menjadi faktor utama dalam kejadian ini, sebenarnya penggunaan gas air mata didalam stadion keras dilarang oleh FIFA, namun di Indonesia peraturan tersebut mungkin tidak diindahkan. Penonton yang terkena gas air mata di Tribun selatan mengakibatkan suasana menjadi riuh dan panik, kocar-kacir berusaha menyelamatkan diri untuk bisa keluar dari dalam stadion, namun naas pintu keluar tertutup karena penonton saling berdesakan untuk keluar sehingga banyak yang berdesakan terjepit, mata perih, kehabisan napas, jatuh dan terinjak-injak hingga menelan korban ratusan jiwa. Suara jeritan dan tangisan korban wanita, anak-anak, remaja hingga orangtua saat merasakan maut yang didengar menjadi suasana yang mengerikan oleh saksi korban selamat yang menceritakan kejadian tersebut di Twitter.

Hingga saat ini korban tragedi memilukan tersebut 448 orang, diantaranya ; 174 orang tewas dan lainnya luka-luka. Hingga saat ini belum ada pihak yang bertanggungjawab atas kejadian memilukan ini, diharapkan para korban mendapatkan pertolongan perawatan medis yang  baik serta korban meninggal dunia diberikan santunan yang sebanding dan keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan, diharapkan kejadian seperti ini tidak terulang kembali dimasa mendatang. Tercatat dari berbagai sumber, berikut ini 10 tragedi terburuk sepak bola di Dunia :

1.    Peru, 24 Mei 1964 di Lima (328 meninggal)

328 orang meninggal dunia saat terjadi kerusuhan di pertandingan kualifikasi Olimpiade antara Argentina vs Peru di Estadio Nacional, Lima, Peru pada 24 Mei 1964.

 

2.    Indonesia, 01 Oktober 2022 di Kanjuruhan Malang (174 meninggal)

174 orang meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Malang yang diakibatkan kerusuhan suporter arema yang tak terima kalah dengan 2-3 atas persebaya, serta kelalaian aparat keamanan yang menggunakan gas air mata yang mengakibatkan banyak korban berjatuhan, 01 Oktober 2022


3.    Ghana, 9 Mei 2001 (126 meninggal)

126 orang meninggal dunia di Accra Stadium, Ghana saat pertandingan derby Liga Utama Ghana antara Hearts of Oak vs Asante Kotoko.

 

4.    Inggris, 15 April 1989 (96 meninggal)

96 orang meninggal dunia di Stadion Hillsborough, Sheffield, Inggris saat pertandingan babak semifinal piala FA antara Liverpool vs Nottingham Forest.

 

5.    Nepal, 12 Maret 1988 (93 meninggal)

93 orang meninggal dunia di Stadion Kathamandu, Nepal saat pertandingan ajang Tribhuvan Challenge Shield antara Janakpur Cigarette Ltd vs Liberation Army (Bangladesh).

 

6.    Guatemala, 16 Oktober 1996 (80 meninggal)

80 orang meninggal dunia di Stadion Nasional Mateo Flores, Guatemala saat pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala vs Kosta Rika.

 

7.    Mesir, 1 Februari 2012 (79 Meninggal)

79 orang meninggal dunia di Stadion Port Said, Mesir saat pertandingan Liga Mesir antara Al Masry vs Al Ahly.

 

8.    Argentina, 23 Juni 1968 (71 meninggal)

71 orang meninggal dunia di Estadio Monumental, Buenos Aires, Argentina saat pertandingan antara River Plate vs Boca Juniors

 

9.    Skotlandia, 2 Januari 1971 (66 meninggal)

66 orang meninggal dunia di Stadion Scond Ibrox, Glasgow, Skotlandia saat pertandingan derby antara Glasgow Celtic vs Glasgow Rangers.

 

10.  Russia, 20 Oktober 1982 (66 meninggal)

66 orang meninggal dunia di Stadion Lenin, Luzhniki, Moskow, Russia saat pertandingan Piala UeFA antara Spartak Moscow Vs Haarleem (Belanda).

 

 

 

 


Rabu, 21 September 2022

Perkembangan Media Informasi dari Masa Ke Masa

 Kita ketahui bahwa perkembangan zaman era modern tidak bisa kita tolak, para ilmuan dengan kecerdasan intelektual mereka bekerja keras membangun dan mengembangkan teknologi yang canggih dan modern. Komunikasi merupakan prasayarat bagi kehidupan manusia. Sebelum ditemukannya teknologi informasi yang canggih menjangkau jarak yang jauh dan bersifat global. Teknologi informasi dan komunikasi pertama kali dalam sejarah dimulai dengan tradisi media lisan berkomunikasi dengan cara verbal dan tulisan pada daun-daun ataupun tanah liat. Periode ini disebut juga dengan periode history awal, terjadi sejak 4000 tahun sebelum masehi era komunikasi tulisan ini dimulai ketika bangsa sumeria mulai menulis dalam lembaran tanah liat. Pada tahun 2000 sebelum masehi bangsa Mesir Kuno menggunakan papirus untuk menyampaikan pesan tertulis dan merekam informasi. Pada era bangsa Maya dan bangsa Cina mengembangkan sistem tulisan mereka secara independen, bahkan di cina pada tahun 1041 yaitu Pi Seng telah menemukan sejenis alat cetak buku yang sederhana (Moerdiati,2012:29).

Pada periode perkembangan selanjutnya, tradisi media lisan kemudian berkembang seiring dengan ditemukannya sejenis alat cetak buku. Sekitar tahun 1900 yang merupakan era awal masyarakat industri mulai memasuki tradisi baru dalam teknologi informasi dan komunikasi. Berkembang dari tradisi media lisan, informasi dan komunikasi kemudian dilakukan melalui paper-based communication. Proses telekomunikasi dilakukan dengan mengandalkan individu-individu sebagai pengantar pesan. Contohnya tukang pos, loper koran, kurir pribadi kalangan borjuis. Produk dari paper-based information ini tidak lain adalah buku, koran, majalah, dll. Proses informasi secara mekanik yang mengandalkan mesin-mesin lebih canggih masih terbatas sampai dengan era awal abad 19 yang ditandai dengan penemuan telephone dan juga telegraph untuk menyampaikan pesan. Kala itu telepon hanya dinikmati oleh kalangan borjuis serta kebutuhan perusahaan, menggunakan kabel dan memutar atau memencet tombol angka pada telepon.

Tradisi penyampaian komunikasi dan informasi kemudian berkembang seiring dengan masyarakat yang berubah dari masyarakat industri menjadi masyarakat post industri atau yang kemudian dikenal dengan sebutan masyarakat modern. Pada pertengahan tahun 1950 arus globalisasi mulai menyebar pada masyarakat. penyampaian informasi yang tadinya menggunakan jasa kurir ataupun tukang post kemudian berkembang dimana penyampaiannya menggunakan gelombang elektronik. Ini merupakan era kemunculan TV (hitam-putih), Radio, LP Records, Amplifier. Kemunculan media informasi tersebut juga menandakan apa yang disebut McLuhan sebagai “The Global Village” dimana informasi yang diberikan tidak lagi terbatas dalam lingkup domestik saja, namun lebih global lagi. Hal ini juga berkaitan dengan globalisasi yang berusaha untuk membawa seluruh masyarakat dunia untuk mengikuti arus globaliasasi yang dianggap lebih maju dan lebih baik terutama karena globalisasi munculnya dari negara barat sehingga apabila masyarakat global mengikuti arus ini berarti mereka termasuk kedalam masyarakat kekinian yang maju.

Perkembangan teknologi sejak ditemukannya media baru seperti TV dan Radio membuat peran penyampaian informasi melalui media elektronik semakin meningkat dan kemudian berkembang dengan terjadinya penggabungan (integrasi) antara media (misal: TV-menjadi berita elektronik yang bisa dibaca melalui situs berita online, telephone yang kemudian bisa dilakukan melalui email untuk mengirimkan pesan elektronik dan ini sifatnya lebih personal langsung mengena) yang kemudian meningkatkan digitaliasi. Era ini merupakan awal dari divergensi media, dimana terdapat penggabungan media yang lebih memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi dimana saja dan kapanpun. Tradisi ini merupakan second media yang terjadi sekitar pertengahan tahun 1980, dalam era ini informasi disampaikan melalui broadcast message serta dipublish melalui media. Telephone yang tadinya hanya untuk melakukan sambungan jarak jauh kemudian memiliki mesin penjawab otomatis, Pagers, kemudian munculnya Mobile Phones, komputer, video games, video recorders, audio cd, TV Kabel dan Satelit, email, video text.

Memasuki era tahun 1990 hingga tahun 2000 masyarakat dunia memasuki era digital, dengan munculnya internet, digital mobile phones, mobile data, laptop, notebook. Kemunculan internet kemudian membuat banyak tayangan media melalui tv, radio maupun cetak memanfaatkan teknologi ini contohnya saja munculnya internet tv, internet telephone, video telephones, digital broadcast tv, digital video recording. Kemunculan internet menjadi sedemikan dahsyat penggunaannya dan menjadi kultur global setelah celana jeans dan coca-cola. Keterbukaan dalam internet merupakan sebuah daya tarik yang sangat kuat. Siapapun bukan hanya dapat membaca apa yang ada di internet melainkan juga dapat memberi sumbangsih pemikiran, komentar-komentar terhadap sajian informasi yang diberitakan.

Referensi:

Moerdijati, S. 2012. Pengantar ilmu Komunikasi. Surabaya.Revka Petra Media


Editor : Faisal

  10 Worst Tragedy of Football in the World Malang Kanjuruhan So Worst No. 2 After Peru Deepest condolences for the tragedy of the unf...